Mlati - Guna memberikan semangat kepada para Ustadz-ustadzah untuk memiliki jiwa wirausahawan dengan kompetensi yang berdaya saing kuat, Badan Koordinasi TKA-TPA Kabupaten Sleman menggelar kegiatan “ENTREPRENEUR CAMP*_ “ yang berlangsung pada hari Ahad, 7 Desember 2025 bertempat di Masjid Al Istiqomah Jatirejo Sendangadi Mlati Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh ustadz-ustadzah yang merupakan utusan dari 17 rayon se Kabupaten Sleman.

Peserta sangat antusias sekali untuk mengikuti Entrepreneur Camp. Karena selain banyak ilmu yang di dapat mulai dari bagaimana memulai usaha, mengatasi permodalan dan tentunya trik menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses di bidangnya masing masing.

Turut hadir Ketua umum Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman, Ust. H. Mujiyono, S.Pd, M.Hum untuk membuka acara Entrepreneur Camp sekaligus memberikan sambutan bahwa kegiatan Entrepreneur Camp dirancang untuk membentuk Ustadz-Ustadzah di Kabupaten Sleman inovatif dan berdaya saing. E Camp mengembangkan mindset, kreativitas, dan mempererat persaudaraan. Selain itu, kita harus membangun resiliensi atau daya tangguh agar mampu menghadapi setiap tantangan dengan sikap positif.
Selanjutnya, koordinator Biro Usaha dan Kesejahteraan Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman Ust. Hartadi, SH. menyampaikan bahwa acara ini di gelar selain sebagai ajang silaturahmi para Ustadz-ustadzah, juga untuk membangkitkann jiwa entrepreneur di kalangan Ustadz-ustadzah Kabupaten Sleman, sehingga semakin banyak pengusaha-pengusaha muslim di Kabupaten Sleman.
Kemudian, ia menuturkan bahwa kegiatan E Camp ini menghadirkan narasumber salah satu motivator nasional Ust. M. Riza Perdana Kusuma dan hadir pula Ust. M. Syamsul Musyafa.
Pendiri rumah belajar Nara Puspitan di Desa Wisata Karangrejek Wonosari Gunung Kidul, Ust. M. Riza Perdana Kusuma dalam pemaparannya menekankan pentingnya membuka pikiran (open mindset) para peserta Entrepreneur Camp terhadap dunia entrepreneurship. Tujuan utamanya adalah untuk membekali ustadz-ustadzah menjadi entrepreneur yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga mampu membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa.
"Agar bagaimana menjadi entrepreneur yang bisa membawa kebahagian, kesejahteraan bagi diri, keluarga dan bangsanya. Mendapatkan trik-trik khusus menjadi entrepreneur sejati. Habbit adalah suatu kunci. Spirit menjadi pemenang, jangan jadi orang biasa-biasa saja, didik dan kondisikan diri kita kedepan agar tidak jadi orang biasa-biasa saja," ungkap Ust. M. Riza Perdana Kusuma.
Lebih lanjut, ia berharap agar peserta E Camp dapat termotivasi untuk berwirasaha, memperoleh pengetahuan yang tidak hanya berharga, tetapi juga praktis dalam mewujudkan visi sebagai seorang entrepreneur.
Sementara itu, Ust. M. Syamsul Musyafa menyampaikan bahwa Entrepreneur adalah seseorang yang melihat peluang, mengambil resiko terukur, dan menciptakan nilai lewat inovasi, baik berupa produk, layanan,maupun model bisnis.
Menurutnya alasan kenapa menjadi entrepreneur diantaranya kendali penuh atas arah hidup, potensi penghasilan tanpa batas, Fleksibilitas waktu dan lokasi, kesempatan membuat dampak nyata, membentuk karakter tangguh, kebebasan dalam berinovasi, membangun aset dan legacy, jaringan yang meluas secara eksponensial, belajar cepat dengan kurva nyata, dan kontribusi pada ekonomi dan penciptaan lapangan kerja “, ungkap Ust. M. Syamsul Musyafa
Peserta Entrepreneur Camp didorong untuk tidak ragu dalam memulai perjalanan berwirausaha. Santripreneur Camp diharapkan sebagai wadah untuk menggali potensi entrepreneurship para ustadz-ustadzah, membangun kepercayaan diri, kemandirian, serta semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

